Banyak orang awam beranggapan bahwa bencana yang menunggu seperti bom waktu di Danau Toba dan sekitarnya adalah terjadinya ledakan supervulcano dahsyat, seperti yang terjadi 73.000 tahun yang lalu, akibat aktifnya lagi kandungan magma panas di dalam perut Danau Toba. Menurut Prof. Raymond A.F. Cas, guru besar gologi Monash University, Australia. Beliau berpendapat bahwa ledakan itu memeng dapat terjadi, namun dalam kurun waktu puluhan ribu tahun lagi, bukanlah sesuatu yang akan terjadi esok lusa.

Dalam perjalanan-perjalananku ke Bona Pasogit (Danau Toba dan sekitarnya) yang saya lakukan beberapa bulan belakangan, saya melakukan reset kecil kecilan mengenai apa bahaya potensial yang akan terjadi di waktu dekat.

Samosir, Tobasa (Balige, Laguboti, Porsea, Parapat), dan Silalahi adalah caldera yang terbentuk akibat letusan vulkanik Toba 73.000 tahun, 400.000 tahun dan 800.000 tahun yang lalu. Aku ambil contoh Samosir. Karena bukan pulau dari lempeng bumi asli, melainkan pulau bentukan akibat letusan dahsyat, Samosir tidak meliki pondasi atau kaki-kaki yang kuat. Yang kumaksudkan kaki-kaki disini adalah bagian pulau Samosir yang berada di dalam permukaan air Danau Toba. Di dinding-dinding pulau Samosir yang berada dalam danau itu banyak sekali terdapat rongga-rongga seperti gua-gua yang suatu saat dapat hancur akibat tekanan air danau yang Sangat tinggi. Kedalaman air Danau Toba berkisar 300 – 800 m, bahkan di bagian utara (Tao Silalahi) dapat mencapai 1km.

Kecemasan kita yang sebenarnya bukanlah air danau yang terus menerus semakin surut. Kecemasan yang sebenarnya adalah justru bila air Danau Toba luber atau overload. Naiknya permukaan air berarti menambah kedalaman yang berarti juga menambah tekanan air yang menekan dinding-dinding Samosir dan Sumatera. Dengan demikian makin kroposlah kaki-kaki kaldera Samosir, Tobasa dan Silalahi. Alhasil ketiga tempat ini amblas masuk ke dalam danau. Efek dari kejadian ini akan berpengaruh juga pada hancurnya daerah-daerah lain seperti Siborong-borong, Bakara, Sabulan, Sihotang, Harian-Boho, Limbong-Sagala dan meninggalkan Pusuk buhit menjadi pulau kecil.

Lubernya air Danau Toba ini disebabkan karena datangnya air dalam skala besar dari daratan tinggi Dairi dan Karo akibat tidak adanya lagi hutan tadah air di daerah itu akibat pembabatan hutan semena-mena dari pihak-pihak sang “haus harta”.

Pada tahun 2005, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapeldalda) Sumatera Utara Syamsul Arifin mengakui, penjarahan hutan di daerah tangkapan air Danau Toba memang kian marak.

Berdasarkan penelitian JICA, pada tahun 1985 hutan pada daerah tangkapan air Danau Toba seluas 30.609 hektar dan pada tahun 1997 berkurang menjadi 14.286 hektar atau tinglal 35%. Diperkirakan, jumlah kawasan hutan di kawasan tersebut sekarang kurang dari 10.000 hektar atau hanya tingal 25%.

Pada saat itu, perambahan hutan di sekitar Danau Toba sedang berlangsung terutama di kawasan hutan reboisasi dan hutan lindung Gorat Ni Padang, Kabupaten Karo, yang berada persis di bagian utara Danau Toba. Hutan seluas lebih dari 40 hektar itu kini tampak gundul.

Penggundulan hutan tersebut telah mengakibatkan longsornya tanah perbukitan ke arah lembah Danau Toba. Sedikitnya 20 hektar sawah di Kodon-kodon, Kecamatan Tongging, tertimbun dan tidak bisa ditanami lagi. Longsoran juga mencapai bibir pantai Danau Toba. Saat hujan turun, tanah longsoran hanyut ke danau sehingga airnya berwarna kecoklatan. (sumber: 

Gempa Nias beberapa waktu yang lalu mengakibatkan area Danau Toba juga berguncang dan mengeroposkan beberapa dinding Samosir didaerah selatan (Nainggolan) dan utara (Simanindo). Sehingga tanah didaerah itu amblas sejauh kurang lebih 6 m.

Dulu aku punya “tempat duduk” faforit untuk mencari inspirasi di pantai halaman museum tua di daerah Simanindo (menghadap Pulo Tao). Bulan Juni tahun 2007 silam, aku datang ke tempat itu dengan tujuan yang sama, mencari inspirasi, Namun tempat dudukku itu sudah berada di tengah danau. Menurut keterangan masyarakat sekitar, tanah itu ablas, masuk ke dalam danau seketika. Sehingga jarak pantai ke gedung musium tingal sekitar 10 meter dari 25 meter.

Kejadian aneh lain yaitu surutnya Danau Sidihoni, yang terletak di pegunungan Samosir, sebanyak 5 meter atau hampir menyisakan setengahnya dari kondisi semula.

Besarnya tekanan air didasar danau juga akan mematikan tumbuh-tumbuhan disana seperti ‘rumput laut’ yang tumbuh di Danau Toba. Rumput-rumput yang panjang menjalar itu akan putus dan mengapung ke permukaan air dalam jumlah yang besar. Firasatku mengatakan inilah “tanda alam terakhir” pra bencana.

Aku perkirakan bencana ini akan terjadi dalam kurun waktu puluhan tahun.

Namun hutan tadah air yang tersisa pada saat ini adalah di daerah Dairi dan Tele. Jika ini juga di babat habis atau berkurang walau hanya sekitar 2,500 hektar saja, maka longsor yang sangat dahsyat akan terjadi sehingga BENCANA BESAR ini akan datang lebih cepat dari waktunya.

Tujuanku membuat tulisan ini bukanlah untuk menakut-nakuti Bangso Batak di Bona Pasogit. Namun itulah gejala alam yang aku lihat menggunakan akal sehat dan logikaku. Aku bukanlah seorang ahli geologi atau pakar perairan. Aku hanyalah seorang seniman “kemarin sore” yang sangat mencintai Danau Toba dan alam sekitarnya yang melakukan riset amatir kecil-kecilan. Selanjutkan aku serahkan kepada para ahli di bidang ini untuk meneliti lebih lanjut.

Anda boleh tidak percaya, namun jika ini benar-benar terjadi, tidak ada gunanya nanti anda berkata “Kau Benar rupanya, Vik”. Generasi anak-anak dan cucu kita tidak akan sempat lagi melakukan pencegahan ini, bahkan merekalah yang akan menjadi korban.

kita adalah SATU-SATUNYA generasi yang masih SEMPAT melakukan pencegahan, seblum terlambat, dengan cara mengembalikan hutan gundul ke kondisi semula.


0 Responses to “Terdapat tumpukan magma di dasar Danau Toba”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




July 2014
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Months


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: